Cari Blog Ini

Sabtu, 25 Januari 2020


"Siapakah sosok yang sebenarnya disalib"



'Isa Ha-Masyiach mengatakan TIDAK ADA Nabi yang mati (di salib) di luar Yerushyalim'


Yeshua Ha-Mashyach Ibn Maryam (Al-Masih Isa) berkata:
"Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidak mungkin ada Nabi yang dibunuh dari luar Yerusalem" (Lukas 13:33)


Never the less I must walk to day, and tomorrow, and the next day following: for it cannot be that a prophet perish outside of Jerusalem (Luke, 13:33)


Hal yang seringkali terlupakan terkait dengan permasalahan penyaliban. Diantaranya surat Lukas diatas. Ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan dari hasil analysis saya beberapa tahun lalu, & perlu di garis bawahi dari ucapan Yesus diatas:


1. Disana Yesus mengatakan "Nabi", yang secara tidak langsung beliau ingin menunjukan bahwa dirinya adalah Nabi (Nabi adalah utusan Tuhan, artinya setiap yang diutus oleh Tuhan pastilah bukan Tuhan)

2. Tidak ada Nabi yang mati dibunuh diluar Yerusalem.

Pada poin pertama, (kesaksian Yesus hanyalah hamba & Nabi utusan Tuhannya) sudah sering kita bahas.  Yang ingin saya bahas dalam tulisan kali ini,  pada poin nomor dua, "tidak ada Nabi yang mati dibunuh ('di salib') diluar Jerusalem".


Di bawah ini, saat diluar Yerusalem, Yesus berkata dalam surat Markus 10:33 kata-Nya (yang berarti kata Yesus) Yesus berkata:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah!


"Dia! akan di hukum mati".
Siapakah "dia", ?

orang yang dimaksudkan oleh Yesus itu,dimana seorang anak manusia yang dikatakan oleh Yesus tersebut ,orang tersebut berada di Yerusalem saat Yesus mengatakannya kepada para muridnya?

Bila menyimak teks-teks runutan isi kisah peristiwa salib di Bible yang telah mengalami interpolasi,sehingga terjadi  kerancuan dan carut-marut alur runutan ceritanya, dimana keterangan antara ketiga "Injil" sinoptic, dengan tulisan versi Yehuchanan tidak ada kesinambungan.


Maka untuk memastikan lagi tentang siapa sosok orang yang di salib, acuan untuk memecahkan polemik klasik ini, (secara heuristic) dengan menelusuri keterangan dari Kitab para Nabi, yakni yang kita temukan dalam keterangan Yehezkiel yang ada terdapat kesinambungan dengan ucapan Yesus di Injil mengenai "siapakah sosok anak manusia yang dihukum mati untuk di najiskan bangsa-bangsa oleh Allah".


Dan ayat itu menurut saya ada dalam surat Yehezkiel 22:15-16 Allah berkata:
Aku akan menyerakkan engkau di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan engkau ke semua negeri dan Aku akan mengikis kenajisanmu dari padamu.
Maka engkau akan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa karena kesalahanmu sendiri, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."


Apa yang termaktub dalam surat diatas (yang Allah sampaikan melalui YEhezkiel), hal itu suatu "kode" sebagai berita paling ujung akan nubuatan hal akan datang yang tergenapi di zaman kenabian Isa AlMasih, dimana akan hal tersebut, Yeshua kembali mengingatkannya kepada para muridnya seperti yang disebutkan di surat Markus diatas pada bab 10 ayat 33( yakni tentang anak manusia yang akan di hukum mati, dan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa oleh sebab dari kesalahannya sendiri (sekali lagi ini hanya analisa konteks yang saya mencoba mengaksentuasikan {yang akhirnya sempat menjadi bahasan khusus pendeta di London,semoga Allah memberinya hidayah).


Yesus yang saat itu berada di luar Jerusalem, hal ini yang berarti tentu ia bukanlah sosok anak manusia yang harus menderita untuk diserahkan menjalani hukuman mati, akan tetapi orang lain (yaitu Yudas Ischariot menurut keterangan Bible) yang pada saat itu orang tersebut sudah berada disana (Jerusalem) ketika Yesus mengatakannya kepada murid-muridnya.


Bukankah Yesus sendiri dalam Injil mengatakan dirinya diluar Jerusalem..?
ketika mengingatkan bahwa ada seorang di Jerusalem seorang dari antara muridnya telah berkhianat dan ditetapkan binasa supaya genap yang tertulis dalam Kitab para Nabi...?


Dan itulah yang Allah rencanakan,Hukuman salib ditimpakan kepada Yudas Ischariot yang saat itu sudah berada di Yershalim sebagai balasan setimpal sebab dari kezalimannya, kejahatannya itu kembali kepada dirinya sendiri, (bahasan pada paparan saya beberapa tahun yang  lalu part 1-10 tentang Mikhtab Daud sebagai tanda dekat bagi Jesus).


Bila dogma selama ini menyatakan bahwa anak manusia yang disalib itu oleh Tuhan ditujukan untuk Al-Masih Isa, maka baik secara konsesif jelas konklusi dogmatika itu menyalahi sifat Allah yang Maha Adil, apalagi Allah sangat mengasihi Al-Masih Isa dan semua  utusan-Nya, yang bertolak belakang  dengan Setan yang sifat-nya sangat buruk dan menginginkan manusia untuk mengajak dalam perbuatan jahat seperti membunuh (seperti tergambar dalam 1 Korintus 5:5).


Jadi sangatlah keliru menganggap Allah menginginkan kebinasaan terhadap Al-Masih Isa, hal ini hanya menambah panjang daftar pembantaian dilakukan Tuhan yang diceritakan Alkitab, kitab yang telah mengalami distorsi itu. 



Sebagai gambaran logis:


Jika YHWH atau yang selama ini dianggap sebagai Tuhan oleh mereka dengan Doctrine mengatakan Tuhan berencana membunuh Yesus sebagai alat penghapus dosa, maka setidaknya akan menambah daftar 2.000.000 lebih kasus pembunuhan dalam Alkitab dan Setan membunuh hanya 10, saya kira ini berarti setidaknya 200.000 kali lebih kematian di tangan YHWH. Dan semakin menambah permasalahan dalam Alkitab yang sudah bermasalah.


Dengan demikian,tidak ada bukti ada Nabi yang mati di salib diluar Yerusalim oleh rencana Tuhan, agentif tidak terbukti Allah membuat karya penebusan dosa dengan cara menghabisi Yesus, ) maupun dengan bentuk kekerasan lainnya), melainkan Allah yang mencintai hukum membinasakan musuh Al-Masih Isa yang dalam hal ini mengarah pada 1 sosok orang yang dikirim Romawi sebagai mata-mata Romawi dialah bernama Yudas Ischariot (menurut tanda yang diberikan oleh Bible sendiri yang telah ternoda oleh tangan jahil penulis di masa lalu yang menuliskan putra Maria mati di salib).



Allah menurunkan Al-Quran untuk menjelaskan serta meluruskan kesalahan kitab masa lalu.

"Thank you to the friends of American Muslim debater who have made this analysis of my study as the final reference to break the dogma"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar