Paulus bersifat bunglon dan munafik:
I Korintus 9:20-22
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Dalam meluluskan usahanya, Paulus melakukan berbagai cara yang egoistis atau mau menang sendiri. Terlihat dalam suratnya Paulus menjadi apa saja untuk beradaptasi kepada masyarakat agar mendapatkan banyak pengikut. Dari sini dapat dideteksi bahwa Paulus bukanlah seorang rasul. Dalam kondisi apapun, seorang rasul dan nabi tidak mungkin melakukan yang seperti Paulus lakukan dalam membuat orang-orang percaya kepadanya. Seorang rasul dan nabi dari Allah sewaktu dihadapkan pada umatnya yang masih kafir, tidak mungkin mau ikut-ikutan atau pura-pura kafir untuk menjadikan kaumnya sebagai pengikutnya.
Tidak mungkin seorang rasul dan nabi sewaktu diutus kepada kaum penyembah berhala, malah turut menjadi penyembah berhala juga. Seorang rasul dan nabi dalam menyebarkan ajaran Allah melalui cara transparan untuk mengenalkan ajarannya walaupun awalnya dia dimusuhi. Seorang rasul akan mengenalkan ajaran tersebut dengan intensif tanpa metode “bunglon” seperti yang dilakukan Paulus. Dari sini jelas bahwa Paulus bukanlah rasul pembawa ajaran yang benar, karena yang dia lakukan hanyalah berusaha merekrut pengikut sebanyak-banyaknya, menjadi segala-galanya agar orang-orang mau mendengar perkataannya yang menipu.
Secara terang-terangan Paulus mengakui kelicikannya:
II Korintus 12:16 Kendatilah bagitoe, maka tiada akoe ini mendatengken tanggongan sama kamoe, melainken sebab akoe berakal, akoe soedah menangkap kamoe dengan tipoe.
(Alkitab versi Klinkert 1863 http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/
II Korintus 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
(Translate)
Bahkan pada saat ia berada dalam keadaan genting, terdesak karna ia hendak dibunuh, tipu daya Paulus pun malah semakin menjadi-jadi:
Kisah Para Rasul
22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: “Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?”
22:26Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: “Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum.”
22:27 Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: “Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?” Jawab Paulus: “Benar.”
Paulus mengaku berkebangsaan Rum saat ia terdesak dan hendak dihukum, padahal sebelumnya ia mengaku berasal dari Tartus:
Kisah Para Rasul 21:39 Paulus menjawab: “Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu.”
Pada intinya apa yang ingin ditekankan Yesus dalam nubuatnya adalah waspadalah terhadap penyesatan. Sebelumnya telah diketahui bersama tentang perbedaan ajaran Yesus dan Paulus, walaupun telah jauh melangkah, kita belum selesai membahas penyesatan yang dilakukan Paulus dan kerasulan palsunya.
I Korintus 9:20-22
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Dalam meluluskan usahanya, Paulus melakukan berbagai cara yang egoistis atau mau menang sendiri. Terlihat dalam suratnya Paulus menjadi apa saja untuk beradaptasi kepada masyarakat agar mendapatkan banyak pengikut. Dari sini dapat dideteksi bahwa Paulus bukanlah seorang rasul. Dalam kondisi apapun, seorang rasul dan nabi tidak mungkin melakukan yang seperti Paulus lakukan dalam membuat orang-orang percaya kepadanya. Seorang rasul dan nabi dari Allah sewaktu dihadapkan pada umatnya yang masih kafir, tidak mungkin mau ikut-ikutan atau pura-pura kafir untuk menjadikan kaumnya sebagai pengikutnya.
Tidak mungkin seorang rasul dan nabi sewaktu diutus kepada kaum penyembah berhala, malah turut menjadi penyembah berhala juga. Seorang rasul dan nabi dalam menyebarkan ajaran Allah melalui cara transparan untuk mengenalkan ajarannya walaupun awalnya dia dimusuhi. Seorang rasul akan mengenalkan ajaran tersebut dengan intensif tanpa metode “bunglon” seperti yang dilakukan Paulus. Dari sini jelas bahwa Paulus bukanlah rasul pembawa ajaran yang benar, karena yang dia lakukan hanyalah berusaha merekrut pengikut sebanyak-banyaknya, menjadi segala-galanya agar orang-orang mau mendengar perkataannya yang menipu.
Secara terang-terangan Paulus mengakui kelicikannya:
II Korintus 12:16 Kendatilah bagitoe, maka tiada akoe ini mendatengken tanggongan sama kamoe, melainken sebab akoe berakal, akoe soedah menangkap kamoe dengan tipoe.
(Alkitab versi Klinkert 1863 http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/
II Korintus 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
(Translate)
Bahkan pada saat ia berada dalam keadaan genting, terdesak karna ia hendak dibunuh, tipu daya Paulus pun malah semakin menjadi-jadi:
Kisah Para Rasul
22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: “Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?”
22:26Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: “Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum.”
22:27 Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: “Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?” Jawab Paulus: “Benar.”
Paulus mengaku berkebangsaan Rum saat ia terdesak dan hendak dihukum, padahal sebelumnya ia mengaku berasal dari Tartus:
Kisah Para Rasul 21:39 Paulus menjawab: “Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu.”
Pada intinya apa yang ingin ditekankan Yesus dalam nubuatnya adalah waspadalah terhadap penyesatan. Sebelumnya telah diketahui bersama tentang perbedaan ajaran Yesus dan Paulus, walaupun telah jauh melangkah, kita belum selesai membahas penyesatan yang dilakukan Paulus dan kerasulan palsunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar